Places Of Interest (Tugu Khatulistiwa)

Places Of Interest
Tugu Khatulistiwa (Equator Monument)

tugu.gif (4737 bytes)equa.gif (5196 bytes)This monument shows that Pontianak City is passing by the equator, 0° latitude. This monument at first was built in 1928 by Astronomical Expedition Team from Dutch. In 1938, it was re-built with some improvement by Opzicter Silaban, an architect. In 1990 it was re-built again by duplicating it in a bigger size. The size was five times bigger than the original and it was meant to protect the original statue. The monument has four poles, a sketch of world with an arrow. It was accredited on September 21, 1991. Every March 21-23 and September 21-23, at midday, the sun passes over the equator line/the culmination; therefore, it makes the shadow of that monument and every other erected things around the statue disappeared (the monument and the other things are in the position of without shadow). This monument is located in Batulayang sub-district, North Pontianak District, the distance from the center of the town is more or less 5 km. It can be reached by land transportation such as by cars, or water transportation through Kapuas River such as by motorboats or speedboats. It is located about 3 km from Pontianak City.

Source: West Kalimantan Tourism Brochure, West Kalimantan Tourism Office
Pontianak – Indonesia

Leave a Comment

Beli Rumah atau Tidak Punya Selamanya

Bisa memiliki rumah sendiri merupakan idaman setiap orang. Tidak terkecuali dengan saya. Saya membeli rumah dikala belum memiliki peghasilan yang cukup untuk membeli rumah.

Tetapi yang namanya usaha tetap ada jalan keluarnya, bagaimana tidak! pada saat itu saya belum lama bekerja kurang lebih tiga tahun. Pendapatan dari honor saya bekerja di sebuah LSM belum cukup untuk membayar angsuran rumah saya pada saat itu.

Tetapi saya bertindak tepat pada saat itu karena memutuskan membeli rumah seharga Rp. 16.500.000, dimana rumah yang sebelumnya saya kontrakan oleh pemiliknya akan di jual. Pada saat itu saya berpikir bagaimana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu sedangkan saya sendiri belum lama bekerja dan belum tentu disetujui.

Beruntung pada saat itu saya sudah menjadi anggota Credit Union Pancur Kasih dimana lembaga ini adalah lembaga keuangan yang memberikan pelayanan simpan pinjam kepada anggotanya.
Akhirnya setelah mengajukan kredit ke CUPK sebesar Rp. 18.000.000 dua minggu kemudian pinjaman saya bisa di cairkan dan saya bisa membeli rumah.

Permasalahan kemudian adalah bagaimana saya bisa mencicil angsuran pinjaman di CU dengan angsuran pokok plus bunga sebesar Rp. 536.500, sedangkan gaji saya pada saat itu belum sebesar itu.
Saya harus mengencangkan ikat pingang saya untuk berhemat dan kebetulan setiap saya ke lapangan saya bisa menyisihkan uang perdiem saya untuk membayar angsuran pinjaman saya.

Puji syukur kepada Tuhan sampai sekarang saya bisa membayar angsuran rumah saya walaupun ada kalanya saya mesti menahan keinginan untuk membeli kebutuhan yang lain. Sekarang nilai jual rumah yang saya beli pada tahun 2000 nilainya sudah mencapai Rp. 40.000.000.
Saya berpikir dalam hati “Seandainya pada saat itu saya tidak mengambil keputusan untuk membeli rumah, mungkin saya tidak akan punya rumah selamanya.

Leave a Comment